Johozua Yolutuw saat mengunjungi stan-stan yang ada di Indonesia Bagian Timur Expo di Garden Palace Hotel Surabaya

Johozua Yolutuw saat mengunjungi stan-stan yang ada di Indonesia Bagian Timur Expo di Garden Palace Hotel Surabaya

Surabaya- Perhatian pemerintah akan Indonesia bagian Timur semakin nyata. Salah satu wujud nyatanya antara lain lewat Indonesia Bagian Timur (IBT)  Expo yang diadakan di Garden Palace Hotel Surabaya mulai tanggal 21 sampai dengan 27 November 2016.

Pameran yang diadakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan mempunyai tujuan untuk mendongkrak pergerakan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota hingga desa pesisir.

“Untuk mempercepat perekonomian daerah-daerah ini, kita mulai mengembangkan  berbagai macam teknologi dengan tenaga-tenaga profesional di berbagai daearah Indonesia Timur. Selain itu juga menjalin komunikasi dengan stakeholders, pengusaha-pengusaha yang ada dengan pengusaha asing dalam konteks pembangunan kawasan sehingga secara cepat pengembangan Indonesia dapat maju. Hal-hal tersebut akan difasilitasi oleh IBT Centre,”ujar Johozua M Yoltuwu, Direktur Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan (21/11/2016) di Garden Palace Hotel Surabaya.

Johozua juga menyatakan, pengembangan kerjasama dengan Indonesia Timur sudah semakin pesat dengan beberapa negara-negara asing. “Kita sudah menjalin kerjasama dengan beberapa negara-negara asing di antaranya China, Korea Selatan yang akan mengembangkan beberapa sektor peternakan, ubi kayu, sagu, perikanan khususnya di derah Maluku, Papua  dan Nusa Tenggara Timur untuk perikanan. Artinya pasar-pasar kita semakin terbuka untuk lokal dan  dunia  global,”imbuh Johozua

Perhatian dan kebijakan Pemerintah untuk membuka usaha desa secara maju tidak hanya bermitra dengan para pemangku jabatan pusat melainkan secara menyeluruh sampai dengan daerah pedesaan. “pengembangan ekonomi kawasan timur Indonesia akan menggandeng semua pihak mulai dari BUMN di antaranya Bulog BNI, BRI dan pegadaian untuk membawa akses keuangan. Semua petunjuknya bisa dari pemerintah. Ke depannya, pengembangan berbagai sektor yang ada bisa menyeluruh sampai menyentuh wilayah pedesaan,”tandas Johozua.

Dalam IBT Expo 2016, dihadiri oleh beberapa daerah  Indonesia Timur diantaranya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.

Johozua berharap, pameran IBT ini dapat meningkatkan perekonomian daerah pedesaan dan mengembangkan dunia industri pariwisata yang didukung dari berbagai elemen sektoral yang ada. “kita berharap, Pemda-Pemda menetapkan kawasan pedesaan yang bersentuhan dengan potensi wilayah dalam pengembangan komoditi. Untuk pengembangan yang sudah ada diperlukan sinergisitas antara pemerintah Pusat dengan pemerintahan daerah, One Village One product,”kata Johozua

Kerjasama yang dilakukan oleh IBT  Expo dimulai 2013 ini  melibatkan 11 provinsi  151 Kabupaten / Kota didesa Kabupaten daerah tertinggal dan kawasan Transmigarasi di Indonesia bagian Timur

 

(Pet)