Volunteer Asian Games 2018 berbaju orange bagian Accreditation

Volunteer Asian Games 2018 berbaju orange bagian Accreditation

Jakarta – Asian Games adalah Pesta Olahraga Asia diikuti oleh beberapa negara yang terdapat di Benua Asia. Tuan rumah Asian Games 2018 ialah Indonesia pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018, di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang, serta beberapa kota yang ada di propinsi Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Selatan juga ditunjuk sebagai lokasi pertandingan. Asian Games 2018 melibatkan ratusan Volunteer muda usia 19-35 tahun dari berbagai kota di Indonesia salah satunya Nurdya, Nanda, dan Michael.

Volunteer acara ini terbagi menjadi beberapa bidang yakni transportation, accreditation, venue, health, dan bidang lainnya. Volunteer Asian Games 2018 ini mengikuti berbagai seleksi yang ketat. Ada 5 tahap syarat yang harus diikuti oleh Nanda salah satu voluenteer bagian Accreditation (registrasi dan pelayanan masyarakat, official tim) yang berusia 19 tahun. Nanda berkata, seleksinya yaitu seleksi surat – surat dokumen seperti nilai akademik hingga SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) berkelakuan baik, ada juga tes wawancara baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. “Setelah lolos seleksi itu, saya dibawa ke lokasi karantina pelatihan Volunteer.”ujar mahasiswa asal Jakarta itu yang ditemui oleh kabaremansipasi.com pada Jumat malam (24/8/2018).

Nurdya selaku Volunteer Asian Games 2018 berjaket putih sedang melayani pengunjung Asian Games 2018 di pintu VIP

Nurdya selaku Volunteer Asian Games 2018 berjaket putih sedang melayani pengunjung Asian Games 2018 di pintu VIP

Nurdya, Volunteer bagian Accreditation (registrasi dan pelayanan masyarakat, official tim), menambahkan, kami dikumpulkan di lokasi karantina bersama peserta lain dari semua kota yang ada di Indonesia. “Pelatihan yang diikuti di sana yaitu tata bahasa, sikap, materi – materi pengetahuan tentang olimpiade, Asian Games, tes percakapan dalam bentuk bahasa Indonesia dan Inggris kepada orang Indonesia maupun luar negeri, pengenalan venue – venue olahraga yang digunakan dalam Asian Games 2018, hingga pelayanan terpadu untuk rakyat yang mengunjungi venue – venue Asian Games 2018.” tutur mahasiswi asal Bandung itu pada hari Sabtu siang (25/8/2018).

Mereka dilatih di tempat tersebut dengan materi teori maupun praktek selama 1 bulan. Tak hanya itu saja, mereka juga dilatih berdiskusi dan saling mengenal dengan volueenter di bagiannya masing-masing. Di samping itu dilatih juga fungsi dan tugas masing-masing Volunteer per bagiannya.

Setelah dilakukan pelatihan, lanjut Michael, Volunteer bagian venue Asian Games 2018, kami melakukan tes lagi berupa tes kepribadian dan mental apakah layak dan siap untuk menjadi partisipan Asian Games 2018. “Melalui pelatihan dan tes-tes yang dilakukan, saya harus bisa menguasai semua aneka sikap dan cara pelayanan di lapangan yang memiliki tekanan yang lebih besar dan ketat. Di samping itu, saya dituntut bekerja dengan ramah saat menjawab pertanyaan apapun kepada pengunjung di arena venue dan saya tidak boleh sampai menjawab tidak tahu karena itu adalah sikap nilai wajib para petugas Volunteer. Dia harus tetap tersenyum dan berusaha memberikan yang terbaik dalam pelayanannya apapun tantangan dan keadaan kita” ujar mahasiswa asal Manokwari, Papua itu.

Bagi Nanda, suka duka yang dilaluinya sebagai partisipan acara ini yakni harus bisa beradaptasi dengan cepat dengan masyarakat dan pengunjung dari dalam dan luar Indonesia yang berbeda beda latar belakang dan karakter. “Saya menjadi senang bisa tahu keragaman budaya dalam dan luar Indonesia entah dari relasi para peserta Asian Games maupun orang – orang suporter yang datang ke venue untuk berkunjung” ungkap pemuda berusia 21 tahun itu.

Sedangkan, Nurdya berkata, menjadi partisipan membuatnya dirinya harus tetap tenang dan tersenyum dalam even ini. “Saya juga harus menguasai sikap saya dengan baik dalam situasi apapun. Sukanya yaitu menganggap even ini adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga dalam berelasi dengan sesama dan mencari segala jati diri hingga berjumpa dengan para peserta Asian Games 2018” ungkapnya.

Dengan keikutsertaannya sebagai Volunteer Asian Games 2018, Michael berharap, ingin lebih mempunyai jiwa nasionalisme yang besar dari acara ini dalam mencintai bangsanya. “Apalagi saya menyukai olahraga Hockey, ingin memperdalam lagi ilmu hockey saya melalui venue tempat dia bertugas dalam ajang ini. Saya juga ingin mencari jati diri dan membentuk karakternya yang lebih dewasa dan baik setelah Asian Games 2018” tambahnya.

Selama penyelenggaran Asian Games 2018, mereka bekerja sebagai volueenter sesuai dengan bidang dan shift masing-masing. Shift dibagi menjadi dua yakni shift pagi pukul 07.00 – 16.00 WIB dan shift sore sampai malam pukul 16.00 – 00.00 sesuai tugas bidangnya masing – masing.

Fasilitas yang mereka terima selama Asian Games 2018 adalah wajib menggunakan kostum Volunteer Asian Games 2018 sesuai bidangnya. “Kami juga mendapatkan fasilitas makan dan uang jalan dari INASGOC Indonesia” kata Nanda.

(ric/jos)