suasana-puji-pujian di acara malam puji-pujian Gloria MPPPK Petra dan GKI Youth Choir pada Minggu malam (18/12/2016)

suasana-puji-pujian di acara malam puji-pujian Gloria MPPPK Petra dan GKI Youth Choir pada Minggu malam (18/12/2016)

Surabaya- Berbagai pesan natal saat ini mulai disampaikan di gereja-gereja dan persekutuan doa lewat kotbah. Natal tahun ini, Gloria PPPK Petra dan GKI Youth Choir tampil dengan nuansa yang berbeda dengan tema The Twelve Days of Christmas. Pada Malam Puji-pujian ke 39 ini, Natal bagi Gloria MPPPK Petra dan GKI Youth Choir memiliki makna keteduhan Natal melalui musik hym gerejawi.

Yosafat Rannu Leppong yang ditemui oleh Kabaremansipasi.com saat gladi bersih acara Twelve Days Of Christmas berkata, “lagu-lagu yang ditampilkan Minggu malam nanti(18/12) memiliki pesan dan semangat natal yang sangat mendalam terlebih dengan puji-pujian dalam Hymne lebih dari lagu-lagu sekuler. Hymne didalam twelve Days of Chrismas ini mempunyai pesan-pesan symbolis  tentang cerita  Yesus yang memiliki hubungan Tuhan dengan manusia dan manusia dengan manusia dari generasi ke generasi”.

Yosafat menambahkan, tidak ada kendala yang signifikan dalam melatih Paduan Suara ini, semuanya dapat berjalan dengan baik. “kendala-kendala tidak ada yang signifikan tapi menyatukan jadwal dan sistem satu anggota dengan yang lainnya dengan baik, dan malam ini kami sangat semangat untuk berlatih, untuk tampil memberikan yang terbaik,”imbuh Yosafat di Gedung  GKI Manyar Bapos Araya Sabtu malam (17/12/2016).

“Terkait dengan harmonisasi musik di Malam Pujian itu, Musik yang  akan mengiringi Malam pujian ini adalah Bass, Drum, dan Piano. Alat-alat musik tersebut akan mengiringi 12 Lagu yang terbagi  dalam 2 babak yang didukung oleh 40 anggota Paduan Suara, termasuk lagu Twelve Days yang durasinya agak panjang sekitar 10 sampai 12 menitan,”tutur Yosafat

Pesan Yosafat, dalam situasi dan kondisi negara yang sedang panas, pesan damai natal ini dapat memberikan kesegaran baru bagi semua orang. “di tengah kehiruk-pikukan  orang berkomentar negatif di media sosial akan situasi negara saat ini, saya berharap agar  kita bersama-sama mengingat dan mengaplikasikan pesan yang bernuansakan damai Kristus sampaikan di dunia ini,” harap Musik Director dan Art Director Gloria PPPK Petra Choir.

Di sela-sela akhir latihan, wartawan kabaremansipasi.com yang menjumpai Bing Widjaya dan Yosia pengurus dari Gloria Petra Choir. Menurut Bing Widjaya Gloria Petra Choir, kegiatan ini berawal dari sekolah Petra yang mempunyai tujuan untuk ajang-ajang penting di instansi Petra. “Paduan suara ini didirikan tanggal 5 Maret 1978, yang terdiri dari anak-anak Petra mulai dari SD hingga Yayasan Petra. Namun, seiring dengan perkembangan waktu Paduan Suara ini menjadi besar dan terdiri dari persekutuan oikumene berbagai Gereja di Surabaya serta melakukan berbagi kegiatan diantaranya Ibadah Pra paskah, Natal,perlawatan dan workshop di gereja-gereja di luar kota,”ujar pengurus yang sudah mengikuti 30 kali aktifitas dari Paduan Suara Gloria PPPK Petra.

Bing berharap, pesan dan kesan natal yang disampaikan lewat ajang malam puji-pujian ini dapat tersampaikan dengan baik dari generasi ke generasi.. “saya berharap, pesan yang disampaikan lewat ajang malam natal ini dapat tersampaikan dengan baik khususnya dari generasi ke generasi,”tambah Bing

Senada dengan Bing, Josia yang juga salah satu pengurus juga mengharapkan hal yang sama bahwa dengan berlatih di Paduan Suara dapat mendukung kesehatan mental dan spiritual dari pada seorang pribadi. “dengan berlatih paduan Suara dapat mendukung semua orang untuk berinteraksi positif. Dengan berlatih, maka hal-hal negatif dapat dijauhkan seperti Narkoba, karena dalam paduan suara dibutuhkan fokus untuk berlatih terus menerus,”sambung Josia

Malam puji-pujian natal ke 39 ini dimulai tepat jam 19.00 hingga selesai. Dalam malam puji-pujian yang berlangsung Minggu malam (18/12/2016) dinyanyikan 12 lagu rohani diantaranya Fairest Lord Jesus, The Father will Dance dan tembang The Twelve Days Of Christmas. Tidak itu saja, siraman Rohani dari Pdt Lindawati yang mengajak semua orang untuk menggunakan kata-kata yang tepat dalam memuji Tuhan di segala waktu.”Kita memiliki kata-kata dan jika kita melagukannya berarti kita adalah lagu yang dapat didengarkan oleh semua orang, untuk itu kita harus memberikan kata-kata yang terbaik bagi Tuhan,”tandas Pdt Linda. Acara berikutnya adalah perjamuan bersama dengan semua jemaat yang hadir.

(Pet)