Paduan Suara Musik Angklung dari Gereja Sidang Jemaat Allah Ebenhaezer Surabaya meriahkan Natal BAMAG Surabaya pada hari Rabu (21/12/2016)

Paduan Suara Musik Angklung dari Gereja Sidang Jemaat Allah Ebenhaezer Surabaya meriahkan Perayaan Natal BAMAG Surabaya pada hari Rabu (21/12/2016)

Surabaya- Perkembangan musik saat ini sangat luas. Ditinjau dari masa ke masa memiliki kemasan yang sangat sempurna dalam berbagai even yang ada. Di tengah perkembangan musik, musik daerah terus dipertahankan. Salah satu upayanya yaitu menggunakan musik tradisional dalam acara Natal. Pada perayaan Natal BAMAG Surabaya digunakanlah alat musik tradisional untuk mengiringi lagu-lagu Natal.

Menurut Dominggus Kore, musik-musik khas daerah ini harus dikembangkan sehingga dapat mengambil bagian dalam gereja bersama dengan alat musik modern. “sudah sepantasnya, alat musik daerah dapat dikembangkan dan mendapat tempat yang baik sehingga alat musik daerah seperti angklung dan kolintang mendapatkan posisi yang sama dengan alat musik modern lainnya dalam pelayanan,”ujar Dommingus

Dominggus menjelaskan, musik-musik khas daerah ini perlu dilestarikan dari generasi ke generasi sehingga dapat dirasakan manfaatnya. “kita mempunyai alat musik daerah dari berbagai macam daerah yang ada di bumi pertiwi ini. Alat-alat musik daerah perlu dilestarikan dari generasi ke generasi khususnya didalam pelayanan gereja,”kata Pemusik Senior Gereja di Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Bapak di GPIB Maranatha Rabu (21/12/2016)

Grup Paduan Suara musik Kolintang PKP GPIB Maranatha Surabaya turut meriahkan acara Natal BAMAG Surabaya pada hari Rabu (21/12/2016)

Grup Paduan Suara musik Kolintang PKP GPIB Maranatha Surabaya turut meriahkan acara Perayaan Natal BAMAG Surabaya pada hari Rabu (21/12/2016)

Lanjut Dominggus, dengan hadirnya musik daerah dalam blantika musik gereja dapat memperkaya wawasan masyarakat untuk menghayati dan memuliakan nama Tuhan dengan cara yang lain. “Adanya alat musik daerah di dalam gereja bertujuan untuk memuliakan nama Tuhan sehingga kasih-Nya dapat menggugah semua Umat Manusia tanpa membeda-bedakan  dan apapun juga,”imbuhnya

Senada dengan Dominggus, Wiwik Tedjo Budiono menyatakan, lagu-lagu Natal yang dibawakan bersama alat musik daerah dapat memberitakan kasih Yesus kepada seluruh umat manusia sehingga menyebabkan semua orang yang menerima-Nya dapat terlibat aktif menjadi saksi Kristus. “Pesan natal yang akan dibawakan adalah semua orang dapat mengenal pengorbanan Tuhan. Ke depannya, lewat perayaan ini kita dapat menjadi saksi dan terang Allah di muka bumi,”ungkap ketua sekolah Minggu Gereja Sidang Jemaat Allah Ebenhaezer Surabaya pada Perayaan natal Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya yang diadakan di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Maranatha.

Pada Malam Natal BAMAG Surabaya, pemusik-pemusik daerah mulai dari yang muda sampai yang tua dari Surabaya tampil secara memukau. Acara Natal Bamag Surabaya dibuka dengan penampilan pemusik dari Gereja Sidang Jemaat Allah  Ebenhaezer yang memainkan alat musik Angklung dari Jawa Barat dan alat musik Kolintang yang menghadirkan 2 lagu natal  Singing Halellujah dan Dia lahir untuk kita. Bersama dengan 50 personil yang sebagian besar anak dan guru-guru sekolah minggu mampu mengkolaborasikan paduan antara suara dan nada dengan harmoni yang mantap selama 10 menit. Tidak hanya itu saja, grup kolintang dari Gereja GPIB Maranatha yang tampil dengan 15 orang juga menggugah semua umat dalam puji-pujian  Glory Hallelujah.

(Pet)