Mahasiswa UINSA Surabaya berfoto bersama dengan ketua Panitia Natal 2016 dan Pastor Fusi seusai misa Natal (25/12/2016) di Katedral Surabaya

Mahasiswa UINSA Surabaya berfoto bersama dengan ketua Panitia Natal 2016 dan Pastor Fusi seusai misa Natal (25/12/2016) di Katedral Surabaya

Misa Natal 2016 (25/12/2016) pukul 09.15 di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya tampak istimewa. Bersama dengan umat dan paduan suara, 8 mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Filsafat UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya yang sedang melakukan studi banding ke Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya ini turut hadir dalam misa tersebut. Mereka duduk di balkon paduan suara mulai dari awal misa hingga akhir misa. Studi Banding dilakukan untuk melihat ritus yang ada di Gereja Katolik.

Menurut Syahrul Wahyu Prasetyo, salah satu mahasiswa yang hadir dalam misa perayaan Natal 2016 ini, mengagumi keindahan ritus (tata laksana) misa perayaan Natal saat itu. “Ritusnya sangat eksotis terutama pada musik gerejanya dan pendupaan dalam misa tersebut. Nada dalam irama musiknya terasa lembut sekali dan bisa memainkan nada dengan baik” ujarnya saat ditemui oleh Kabaremansipasi.com seusai misa perayaan Natal 2016 di Katedral Surabaya.

Mahasiswa UINSA Surabaya berfoto bersama dengan Panitia Natal 2016 seusai misa Natal (25/12/2016) di Katedral Surabaya

Mahasiswa UINSA Surabaya berfoto bersama dengan Panitia Natal 2016 seusai misa Natal (25/12/2016) di Katedral Surabaya

“Menurut kami, dengan adanya studi banding ini, kami mempelajari mengenai keunikan agama-agama. Di saat umat beragama lain beribadah, kami menghormati ritus-ritus yang dimiliki oleh agama lain.” terangnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ajaran serta ritual agama lain, agar satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai.

Syahrul menyayangkan dengan perkembangan toleransi umat beragama yang saat ini sedang memanas di media. “Perlu menahan diri kita masing-masing, jangan mudah terprovokasi. Misalnya saat hari raya Natal ini, Kalau memang tidak mau memakai atribut gini gitu, ya gak usah. Tidak perlu dibesar-besarkan dan biasa saja. Anggap saja sebagai warna Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan ras.” tambahnya.

Sementara itu, ketua Panitia Natal 2016 Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya, Andik Oematan mengaku senang dengan kedatangan para mahasiswa UINSA Surabaya ini yang ingin belajar mengenai gereja Katolik. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat kerukunan umat beragama.

(Ric)