Pemandangan Wisata Alam Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jakarta

Pemandangan Wisata Alam Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jakarta

Jakarta – Berwisata alam merupakan salah satu tempat yang menarik untuk melepas penat, jenuh pada saat libur. Salah satu obyek wisata alam di kota Jakarta yang cocok untuk refreshing adalah Wisata Alam Hutan Mangrove yang terletak di ujung perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara tepatnya bersebelahan dengan kompleks Sekolah Tzu Chi.

Keindahan dan keasrian mulai tampak setelah wisatawan melewati pintu pemeriksaan tiket masuk. Kawasan wisata alam yang memiliki luas sekitar 99 hektar tersebut memiliki beberapa spot menarik diantaranya Menara Pandang untuk melihat dari atas pemandangan hutan mangrove, jembatan gantung hanya bisa dilalui oleh 5 orang, jalur tracking yang terbuat dari bambu dan batang pohon dengan dikelilingi oleh tanaman mangrove, Camping house unik dengan nuansa pemandangan hutan mangrove, dan wisata keliling mangrove dengan perahu. Supaya bisa menikmati lokasi spot tersebut, wisatawan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000,00.

Jalur Tracking Wisata Alam Hutan Mangrove yang terbuat dari bambu

Jalur Tracking Wisata Alam Hutan Mangrove yang terbuat dari bambu

Namun, ada larangan yang harus dipatuhi oleh pengunjung lokasi wisata ini yakni dilarang membawa kamera DSLR dan pocket. Jika wisatawan membawa kamera DSLR dan Pocket maka pihak pengelola wisata alam hutan mangrove ini memberikan denda sebesar Rp 1.000.000,00.

Camping House yang ada di Wisata Alam Hutan Mangrove Jakarta

Camping House yang ada di Wisata Alam Hutan Mangrove Jakarta

“Menurut saya, hutan mangrove ini pemandangannya bagus. Harga tiket masuknya cukup terjangkau di dompet. Cocok untuk melepas penat setelah bekerja selama seminggu.” kata James, salah satu wisatawan dari Komunitas Jomblo Katolik (KJK) Jakarta, ketika ditemui oleh kabaremansipasi.com pada hari Minggu siang (12/3/2017) di lokasi Wisata Alam Hutan Mangrove Jakarta.

Di samping jalan-jalan menikmati keindahan dan keasrian tempat wisata tersebut, James dan wisatawan lain patut menjaga kebersihan lingkungannya. James berkata, berwisata di tempat ini mengajak kita untuk belajar mencintai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan. James bersyukur sekali teman-temannya dari KJK itu tidak membuang botol air mineral bekas, bungkus permen, puntung rokok secara sembarangan. “Mereka membuangnya di tempat sampah yang ada di sekitar lokasi wisata ini. Sayangnya, tong sampah yang disediakan oleh pihak pengelola hutan mangrove ini kurang banyak” ujar pekerja jasa transportasi online itu.

James berharap, warga Indonesia turut menjaga kelestarian alam hutan mangrove ini. “Karena, alam yang demikian indahnya ini (hutan mangrove) merupakan karya Allah kepada kita sebagai manusia.” tegasnya.

(ric)