Majelis Pengurus Harian PGI Surabaya bersama seluruh jemaat gereja lainnya siap mensukseskan pemilihan walikota Surabaya

Surabaya – Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang walaupun masih dalam situasi pandemi CoViD -19. Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya gencar melakukan sosialisasi di berbagai tempat, salah satunya yang diadakan di Gereja Protestan Nusantara, Jalan Gadel Sara pada hari Sabtu,19 September 2020 dengan tema “Tantangan Pilwali di Tengah Pandemi”.

Acara yang dimulai Pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri oleh Para Majelis Pengurus Harian (MPH) Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Surabaya, Agus Turcham- Komisioner Komisi Pemilihan Umum Surabaya dan Usman- Komisioner Badan Pengawas Pemilu Surabaya, beserta beberapa jemaat gereja.

Sekretaris Umum PGI Surabaya, Pendeta Helbert I.I Ondja M.Pdk, mengatakan gereja harus ikut serta dalam mengawal kesuksesan pemilihan walikota meski penuh tantangan di tengah pandemic. “Namun, kita harus mengedepankan kedisiplinan dalam menjalankan protokoler kesehatan” tuturnya.

Suasana sosialisasi pemilihan walikota Surabaya pada hari Sabtu 19 September 2020 tetap jaga jarak sesuai protokol kesehatan

Suasana sosialisasi pemilihan walikota Surabaya pada hari Sabtu 19 September 2020 tetap jaga jarak sesuai protokol kesehatan

Di tempat yang sama, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Agus Turcham mengatakan, tujuan sosialisasi ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemilih kala Pilwali digelar di tengah pandemi CoVid-19 nanti. “Adanya sosialisasi ini diharapkan, masyarakat dan pemilih nantinya semakin meningkat. Dan kebetulan, ini juga ada bawaslu, sehingga masyarakat nanti tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan,” ujar mantan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Gunung Anyar tersebut.

Agus mengungkapkan, acara ini merupakan inisiatif MPH PGI Surabaya. Karena itu KPU Kota Surabaya sangat mengapresiasi langkah PGI Surabaya yang mengundang Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan sosialisai. “Kami baru pertama melakukan sosialisasi pada jemaat gereja, dengan adanya forum ini harapannya, bisa merembet ke forum lainnya,sehingga pesannya bisa tersampaikan ke masyarakat,terutama soal pendidikan pemilih bisa optimal” tuturnya.

Acara sosialisasi yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu diawali dengan Ibadah yang dipimpin Pendeta gereja Huria Kristen Batak Protestan Rungkut Surabaya Pendeta Gomgom Tua Pasaribu S.Th, dan acara ditutup dengan doa oleh Pendeta Gereja Kristen Protestan Injili Indonesia Pendeta Maria Huliselan S.E, MA. Kedua pendeta ini dalam doanya berharap, kiranya pilwali Surabaya berlangsung dengan baik dan lancar.

(Pet)